Article menjegal sekitar separuh pembelajar bahasa Inggris di dunia — dan itu bukan salah Anda. Kalau bahasa pertama Anda adalah Mandarin, Jepang, Korea, Rusia, Polandia, Arab, atau Hindi, Anda tumbuh tanpa article. Tidak ada padanan untuk diterjemahkan. Bahasa Indonesia juga sama — kita tidak punya article. Kabar baik: seluruh sistem article bahasa Inggris bisa diringkas menjadi satu pertanyaan.
Satu pertanyaan yang menentukan setiap article
Sebelum menyebut suatu kata benda, tanyakan pada diri sendiri: apakah lawan bicara sudah tahu yang mana yang saya maksud?
- Ya → pakai the
- Tidak, ini hanya salah satu dari banyak → pakai a atau an
- Tidak, saya maksud kategori secara umum → tanpa article
Itulah sistemnya. Tiga kasus. Setiap pilihan article dalam bahasa Inggris adalah salah satu dari ketiganya.
Mengapa bahasa Anda mungkin tidak punya ini
Bahasa Indonesia, Mandarin, Jepang, Korea, Rusia, Polandia, Arab, dan Hindi tidak menandai secara gramatikal apakah suatu kata benda merupakan "pengetahuan bersama" atau "informasi baru." Penutur bahasa-bahasa itu menyampaikan makna tersebut melalui konteks, urutan kata, atau partikel — bukan article. Jadi saat Anda menerjemahkan ke bahasa Inggris, otak Anda tidak meraih article. Tidak ada yang bisa diraih.
Jurang ini tidak akan tertutup sendiri. Obatnya bukan terjemahan; melainkan melatih otak Anda untuk mengajukan pertanyaan-pengetahuan-pendengar setiap kali Anda menyebut kata benda.
Tiga kasus, secara berurutan
Kasus 1 — Lawan bicara sudah tahu: pakai the.
Pass me the salt. (Kita sedang makan malam. Hanya ada satu tempat garam.) Did you watch the movie? (Kita sudah membicarakannya sebelumnya.) The President spoke today. (Satu orang spesifik — yang sedang menjabat.)
Kasus 2 — Salah satu dari banyak, lawan bicara tidak tahu yang mana: pakai a atau an.
I bought a book. (Buku yang mana? Tidak penting — sekadar satu.) She's a doctor. (Salah satu dari banyak dokter di dunia.) Can I borrow a pen? (Pulpen apa saja boleh.)
Kasus 3 — Seluruh kategori, secara umum: tanpa article.
Cats are independent. (Kucing secara umum — spesiesnya.) Coffee keeps me awake. (Tak terhitung, secara umum.) Children need sleep. (Jamak, kelompok keseluruhan.)
A vs An — bunyi, bukan huruf
Pakai an sebelum bunyi vokal. Pakai a sebelum bunyi konsonan. Aturannya adalah bunyi kata berikutnya, bukan hurufnya:
- an hour (h tidak diucapkan, terdengar seperti "our")
- a university (terdengar seperti "you")
- an MBA (terdengar seperti "em")
- a European city (terdengar seperti "you")
Penutur asli tidak memikirkan ini — lidah mereka menolak "a hour" tanpa izin.
6 pola tetap yang tidak pernah dilanggar penutur asli
Ini tidak mengikuti aturan pengetahuan-pendengar. Hafalkan saja:
- Superlatif — the best, the tallest, the first
- Hal yang unik — the sun, the moon, the Earth
- Bilangan urutan — the second time, the last day
- Samudra, sungai, pegunungan — the Pacific, the Nile, the Andes
- Negara dengan "of," "states," atau "kingdom" — the United States, the United Kingdom, the Republic of Korea
- Sebagian besar alat musik (saat memainkan) — She plays the piano.
Tes sendiri: 10 kalimat dengan jebakan
Isi titik-titik dengan a, an, the, atau — (tanpa article). Coba masing-masing sebelum menampilkan jawabannya.
- I had ___ breakfast at 8.
- She works at ___ university near here.
- ___ cats my neighbor owns are very loud.
- He's ___ engineer.
- ___ honesty is rare.
- We climbed ___ Mount Everest.
- Pass me ___ pen on the desk.
- ___ children love ice cream.
- He plays ___ guitar in a band.
- I want to visit ___ United States.
Kalau Anda mendapat lebih dari 7 benar, Anda sudah mencerna aturannya. Kalau belum, baca ulang Kasus 1 dan Kasus 2 — pertanyaan-pengetahuan-pendengar adalah otot yang harus dilatih.